Minggu, 13 Februari 2011

materi TIk kelas 9: topologi bus

TOPOLOGI BUS

Topologi menggambarkan struktur dari suatu jaringan atau bagaimana sebuah jaringan didesain. Pola ini sangat erat kaitannya dengan metode access dan media pengiriman yang digunakan.
Macam-macam topologi jaringan pada komputer:
1.Topolgoi Bus



Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel. Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi. Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.
* Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.

materi TIk kelas 7 : Drawing Toolbar

Drawing Toolbar

Drawing Toolbar berisi fasilitas serta perintah yang berhubungan dengan gambar atau objek.
Drawing toolbar
Shortcut icon yang terdapat pada drawing toolbar dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya, dengan memilih salah satu tombol berikut :


1. Draw, Merupakan pulldown menu yang berisi perintah-perintah untuk melakukan pengaturan gambar atau objek
2. Select Objects, Pointer untuk melakukan proses selecting / selecting objek gambar
3. Free Rotate, Untuk menentukan ukuran huruf
4. Auto Shapes, Pulldown menu yang berisi galeri bentuk-bentuk objek instant yang dapat dipilih secara otomatis
5. Line, Untuk membuat garis lurus secara vertical, horizontal maupun diagonal
6. Arrow, Untuk membuat garis lurus dengan mata panah pada bagian ujungnya
7. Rectangle, Untuk membuat objek kotak (persegei atau bujur sangkar)
8. Oval, Untuk membuat objek oval atau lingkar
9. Text Box, Untuk membuat kotak yang dapat diisi teks didalamnya
10. Insert Word Art, Untuk menyisipkan Word Art
11. Insert Clip Art, Untuk menyisipkan Clip Art
12. Fill Color, Untuk mengisi warna pada objek bidang
13. Line Color, Untuk memberi warna pada garis
14. Line Style, Untuk membuat pengaturan model garis
15. Dash Style, Untuk membuat pengaturan model garis putus-putus
16. Arrow Style, Untuk membuat pengaturan model mata panah
17. Shadow, Untuk menampilkan efek bayangan pada objek
18. 3 – D Style, Untuk menampilkan efek 3 Dimensi pada objek

materi kelas 8: Memasukkan Worksheets, Rows, and Columns

Memasukkan Worksheets, Rows, and Columns

Moving Through Cells
Gunakan mouse untuk memilih sel yang anda mulai untuk memasukkan data dan gunakan daftar perintah keyboard pada tabel dibawah untuk perpindahan sel pada worksheet.



Movement Key stroke
One cell up up arrow key
One cell down down arrow key or ENTER
One cell left left arrow key
One cell right right arrow key or TAB
Top of the worksheet (cell A1) CTRL+HOME
End of the worksheet (last cell containing data) CTRL+END
End of the row CTRL+right arrow key
End of the column CTRL+down arrow key
Any cell File|Go To menu bar command
Memasukkan Worksheets, Rows, and Columns

* Worksheets – Memasukkan worksheet ke workbook dengan memilih Insert|Worksheet dari menu bar.
* Row – Untuk memasukkan baris ke worksheet, pilih Insert|Rows dari menu bar, atau sorot baris dengan mengklik pada label baris, klik kanan dengan mouse, dan pilih Insert.
* Column – Masukkan kolom dengan memilih Insert|Columns dari menu bar, atau sorot kolom dengan mengklik dalam kolom label, klik kanan dengan mouse, dan pilih Insert.

Mengubah ukuran Baris dan Kolom
Ada dua cara untuk mengubah ukuran baris dan kolom.

1. Resize a row dengan mendrag baris dibawah label baris yang ingin diubah ukurannya. Resize a column dengan cara yang sama drag baris ke kanan sesuai dengan label ke kolom yang ingin dirubah ukurannya.
- OR -
2. Klik bari atau kolom label dan pilih Format|Row|Height atau Format|Column|Width dari menu bar untuk masuk nilai tinggi baris atau lebar kolom.

Memilih Sel
Sebelum sel bisa dimodifikasi atau di format, pertma harus di sorot dahulu, seperti pada tabel dibawah cara menggolongkannya.
Cells to select Mouse action
One cell click once in the cell
Entire row click the row label
Entire column click the column label
Entire worksheet click the whole sheet button
Cluster of cells drag mouse over the cells or hold down the SHIFT key while using the arrow keys
Untuk mengaktifkan suatu sel, klik ganda pada sel atau klik sekali dan tekan F2.

materi TIk kelas 8:function/rumus

FUNCTION = RUMUS

FUNCTION = RUMUS
Yang membedakan fitur spreadsheet seperti Excel adalah kemampuan untuk membuat rumus matematika formula dan melaksanakan fungsi. Fungsi lainnya, tidak hanya untuk menampilkan teks pada tabel yang luas. Halaman ini akan menunjukkan bagaimana anda membuat rumus kalkulasi.
Formulas
Formulas dimasukkan dalam worksheet sel dan harus dimulai dengan dengan tanda sama dengan. “=”. Formula lalu dimasukkan ke alamat sel yang bernilai akan di manipulasi dengan sesuai penempatan. Setelah formula diketikan ke dalam sel, kalkulasi dilaksanakan segera dan formula itu sendiri terlihat dalam formula bar. Lihat contoh dibawah untuk melihat tampilan formula untuk kalkulasi harga buku. Formula akan mengalikan dan menjumlahkan jumlah dan harga tiap buku dan memasukkannya dalam total.



Linking Worksheets
Anda akan menggunakan nilai value dari sel dalam worksheet lain dalam workbook yang sama. Untuk contoh, value sel A1 dalam worksheet dan sel A2 dalam worksheet kedua bisa dimasukkan dengan menggunakan format “sheetname!celladdress”. Formula untuk contoh ini akan menjadi “=A1+Sheet2!A2″ dimana value dari sel A1 dalam worksheet dimasukkan ke value pada sel A2 dalam worksheet yang diberi nama “Sheet2″.
Relative, Absolute, and Mixed Referencing
Memanggil sel hanya dengan menulis kolom dan baris label (seperti”A1″) ini disebut juga relative referencing. Ketika formula berisi relative referencing dan dicopy dari satu sel ke sel, Excel tidak membuat salinan berupa formula. Ini akan mengubah alamat sel relatif kolom dan baris yang dipindahkan. Untuk contoh , Jika masukkan formula sederhana dalam sel C1 “=(A1+B1)” disalin ke C2, formula akan berubah ke “=(A2+B2)” untuk mencerminkan baris baru. Untuk mencegah perubahan ini, sel harus diisi dengan absolute referencing dan ini akan dikerjakan dengan menempatkan tanda “$” dalam alamat sel dalam formula. Melanjutkan contoh sebelumnya, formula dalam sel C1 akan terbaca “=($A$1+$B$1)” jika value dari C2 harus merupakan penjumlahan dari sel A1 and B1. Kolom dan baris sel akan menjadi absolut dan tidak akan berubah ketika disalin. Mixed referencing bisa juga digunakan dimana hanya baris atau kolom yang tetap. Untuk contoh, dalam formula “=(A$1+$B2)”, baris sel A1 is tetap dan kolom sel B2 juga tetap

materi TIk kelas 8: charts

CHARTS

CHARTS
CHARTS
Charts mengijinkan anda untuk menyajikan data masukkan ke dalam worksheet dalam format tampilan dengan menggunakan berbagai variasi grafik. Sebelum anda membuat chart anda harus terlebih dahulu memasukkan data ke dalam worksheet. Halaman ini menerangkan bagaimana anda membuat chart yang mudah dari data.
Chart Wizard
Chart Wizard akan membawa proses membuat chart dengan menampilkan kotak dialog.

1.
Masukkan data kedalam worksheet dan sorot semua sel termasuk dalam chart headers.



2.
Klik tombol Chart Wizard dalam standar toolbar untuk melihat pertama kotak dialog Chart Wizard.
3.
Chart Type – Pilih Chart type dan Chart subtype jika diperlukan. Klik Next.




4.
Chart Source Data – Pilih daerah data (jika berbeda dari daerah yang disorot dalam langkah 1) dan klik Next.

5.
Chart Options – Masukkan nama dari grafik dan judul untuk X- dan Y-axes. Pilihan lain untuk axes, grid lines, legend, data labels, dan data tabel bisa diubah dengan mengkliknya pada tabs. Tekan Next untuk pindah ke pilihan selanjutnya.




6.
Chart Location – Klik As new sheet jika grafik harus ditempatkan dalam tempat yang baru, worksheet kosong atau pilih As object in jika grafik harus ditempelkan dalam sheet yang ada dan pilih worksheet dari menu panah bawah.

7. Klik Finish untuk membuat grafik .


Mengubah ukuran grafik
Untuk mengubah ukuran grafik, klik pada baris dan drag pada kotak hitam pada sudut. Kotak hitam disudut akan mengubah ukuran grafik yang proporsional sepanjang garis dari awal grafik. .
Memindahkan grafik
Pilih garis pada grafik, tekan tombol kiri mouse, dan drag grafik ke lokasi baru. Elemen didalam grafik seperti judul dan label akan dipindahkan juga dalam grafik. Klik pada elemen untuk mengaktifkannya, dan gunakan mouse untuk mendrag element untuk berpindah.